Karakteristik Teknis dan Kemudahan Operasional
-
Teknologi Garpu Tala Vibronik: Garpu tala sensor digerakkan secara piezoelektrik. Ketika garpu tertutup oleh benda padat, frekuensi getarannya akan teredam. Perubahan ini dideteksi oleh elektronik dan diubah menjadi sinyal pensaklaran. Metode ini sangat andal dan tidak terpengaruh oleh kebisingan aliran atau getaran eksternal bejana.
-
Pemasangan dan Penggunaan Langsung (Plug and Play): FTM20 tidak memerlukan kalibrasi atau penyesuaian di lokasi. Setelah terpasang, alat ini siap digunakan segera, menjadikannya solusi "pasang dan lupakan" yang ideal untuk aplikasi padatan standar.
-
Desain Bebas Perawatan: Tanpa bagian yang bergerak secara mekanis, FTM20 kebal terhadap keausan, kemacetan, dan kerusakan yang umum terjadi pada sakelar putar. Sensor baja tahan karat 316L secara alami tahan terhadap abrasi, bahkan ketika digunakan dengan bahan bangunan seperti semen atau kapur.
-
Pemantauan Status yang Terlihat: Tersedia dengan casing plastik yang dilengkapi penutup transparan, perangkat ini memungkinkan status sakelar diperiksa dari luar secara sekilas. Untuk lingkungan yang lebih menuntut, tersedia juga casing aluminium yang kokoh.
-
Ketahanan terhadap Penumpukan: Desain sensor dibentuk secara khusus untuk meminimalkan dampak penumpukan material, memastikan bahwa perangkat hanya aktif ketika level material sebenarnya mencapai garpu.
Matriks Spesifikasi Teknis
| Fitur | Detail Teknis |
| Prinsip Pengukuran | Vibronik (Garpu Tala untuk Benda Padat) |
| Jenis Media | Padatan curah berbutir halus hingga kasar (tidak terfluidisasi) |
| Suhu Proses | -40 hingga +150 °C (-40 hingga +300 °F) |
| Tekanan Proses | -1 hingga +25 bar (-14,5 hingga +360 psi) |
| Bahan Sensor | Baja Tahan Karat 316L |
| Bahan Perumahan | Plastik (PBT) atau Aluminium |
| Sinyal Keluaran | Relai DC-PNP, AC 2-kawat |
| Keselamatan & Kepatuhan | ATEX, IECEx, CSA (Perlindungan terhadap penyalaan debu/gas) |
Aplikasi Utama
-
Bahan Bangunan: Deteksi level yang andal untuk pasir, kerikil, semen, dan kapur di dalam silo dan hopper.
-
Industri Pangan: Memantau tempat penyimpanan biji-bijian, gula, tepung, dan pakan ternak.
-
Industri Plastik: Mendeteksi kadar pelet, butiran, dan hasil daur ulang plastik yang tinggi atau rendah.
-
Industri Kimia: Deteksi level titik untuk bubuk dan katalis kimia non-korosif.
-
Pengolahan Kayu: Memantau tingkat serpihan kayu dan serbuk gergaji di bunker pengumpulan.




